Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN “KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN”

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN “KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN”

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN”

(logo)

Dosen Pembimbing :

Dr. Marwan S.pd, M.Si. 

Oleh Kelompok I :

1. Andre Muhammad Putra  (05663)

2. Dona Sri Wahyuni  ( 05687)

3. Wahyu pitria (1103252)

4. Yesnaleni (1103265)

PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Konsep dasar kewirausahaan” 

Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas  kelompok kewirausahaan.

Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Padang, September 2012

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dewasa ini banyak orang  yang belum mendapatkan pekerjaan untuk mencukupi kehidupan hidup. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut, diantaranya adalah minimnya pendidikan yang miliki,tidak memiliki ketrampilan yang cukup, sempitnya lapangan pekerjaan, serta kurang adanya perhatian dari pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka.

Sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menciptakan peluang usaha agar tidak menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Para pemuda harus memiliki pola pikir yang dinamis dan kreatif dalam upaya meminimalisir adanya krisis ekonomi dan berusaha untuk mengembangkan kewirausahaan dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Sebelum seseorang memulai atau menciptakan suatu usaha, haruslah memiliki konsep dasar tentang kewirausahaan agar usaha yang akan dirintis berjalan lancar dan dapat mengatasi problematika yang terjadi sekarang ini. Konsep dasar kewirausahaan merupakan titik awal dalam memulai suatu usaha dan juga menentukan berhasil tidaknya usaha yang dirintis. Selain itu, dengan berwirausaha seseorang akan berusaha mandiri, kreatif, dan inovatif agar usahanya dapat diterima di masyarakat. Dengan demikian kami berharap generasi muda lebih termotivasi untuk kreatif, inovatif untuk menciptakan sebuah usaha yang dapat membangun perekonomian negara lebih baik dari sebelumnya.

B.  Rumusan Masalah

1.    Apakah yang di maksud dengan disiplin ilmu kewirausahaan? 2.    Apa saja objek-objek studi kewirausahaan? 3.    Apakah hakikat kewirausahaan?  4.    Bagaimana karakteristik dan nilai-nilai hakiki kewirausahaan? 5.    Bagaimana sikap dan kepribadian wirausaha? 6.    Apa saja motif berprestasi kewirausahaan?

C.  Tujuan

1.    Mengetahui apa yang di maksud dengan disiplin ilmu kewirausahaan. 2.    Faham dengan apa saja objek-objek studi kewirausahaan. 3.    Memahami apa yng di maksud dengan hakikat kewirausahaan.  4.    Memahami karakteristik dan nilai-nilai hakiki kewirausahaan. 5.    Memahami sikap dan kepribadian wirausaha. 6.    Memahami apa saja motif berprestasi kewirausahaan.

BAB II

PEMBAHASAN

KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN

A. Disiplin Ilmu Kewirausahaan

Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilkmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan(ability) dan prilaku seseorang dalam menghadapi tanttangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.

Menurut Thomas W. Zimerer (1996) kewirausahaan nadalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang dipasar.

Kewirausahaan tidak hanya bakat sejak lahir, atau rurusan penglaman lapangan tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan ( enterepreneurdship are not only born also made. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakat melalui pendidikan. Menurut Prawirokusumo pendidikan kewira-usahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin  ilmu tersendiri yang independen, karena :

1. Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata, yaitu ada teori, konsep dan metode ilmiah yang lengkap 2. Kewirausahaan memilki 2 konsep, yaitu posisi venture start-up dan venture growth. 3. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu menciptakan sesuatu yg baru dan berbeda. 4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemeratan usaha dan pemera-taan pendapatan atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.  

B. Objek Studi Kewirausahaan

Menurut Soeparman Soemahamidjaja kemempuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi: 

a. Kemampuan merumuskan tujuan hidup / usaha. b. Kemampuan memotivasi diri  c. Kemampuan untuk berinisiatif  d. Kemampuan berinovasi  e. Kemampuan untuk membentuk modal uang dan barang modal. f. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri g. Kemampuan mental yang dilandasi agama h. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah pengalaman baik maupun menyakitkan.

C. Hakikat Kewirausahaan

Mennurut Drucker, Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda ( ability to create the new and different thing ).  Bahkan entrepreneurship secara sederhana sering diartikan sebagain prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono, 1993 ; Meredith, 1996 Marzuki Usman, 1997 ). kewirausahaan berasal dari terjemahan enterepreneurship, yang dapat diartikan sebagai “ the back bone of economy ” yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tail bone of economy”, yaitu pengendali ekonomi suatu bangsa ( Soeharto Wirakusumo, 1997 :1 )

Kewirausahaan adalah penerapan kreatiivitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreatifitas, inovasi, dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru ( thing and doing new things or old things in news ways. Menurut Zimerer ( 1996;51 ), ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda ( look at smoething old mann and think something new or different ).

Dari pandangan para ahli diatas dapat disimpulokan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship), adalah suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan didasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dalam mengahadapi tantangan hidup. Entrepreneur adalah sesorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur ( elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi, visi, kominukkasi, otptimisme dan semanagat dan kemampuan untk memanfaatkan peluang. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreativ dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber ddaya untuk menemukan peluang ( Opportunity ) dan perbaikan ( Preparation ) hidup ( Prawirokusumo, 1997;5)

Menurut scumpeter (1934), fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan), tetapi lebih merupakan poelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif.  Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan ussaha-usaha dan ide barunya. Proses kewirausahaan meliputui semua fungsi, aktivitas, dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. Oleh sebab itu wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu ( Bygrave, 1995 ).

Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses kokm,binasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar da[pat bersaing. Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut ddiciptakan melalui cara-cara sebagai berikut :

(1). Pengembangan teknologi baru ( Developing new Technology ) (2). Pengetahuan penemuan baru ( Discovering new Knowledge ) (3). Perbaikan produk jasa yang sudah ada ( Improfiing exxiting productss or service ) (4). Penemuan cara-cara yabbg berbeda untuk menghasilakan barang dan jkasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sediklit. ( Finding ddifferent ways of providing more goods and service with fewer resources )

Dengan demikian, ada enam hakekat pentingnya Kewirausahaan, yaitu:

• Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994) • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997) • Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih. • Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959) • Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996) • Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

D. Karakteristik dan nilai-nilai hakiki keirausahaan

a. Karakteristik Kewirasahaan

Banyak para ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Geoffrey G. Meredith (dalam Suryana, 2001:8) misalnya mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut:

    Ciri-ciri        Watak   
    1. Percaya diri         2. Berorientasi pada   tugas dan hasil                     3. Pengambilan   resiko         4. Kepemimpinan             5. Keorisinilan         6. Berorientasi ke   masa depan        Keyakinan, ketidaktergantungan,   individualitas, dan optimisme     Kebutuhan untuk berprestasi,   berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras mempunyai   dorongan kuat, energetik dan inisiatif     Kemampuan untuk mengambil resiko   yang wajar dan suka tantangan     Perilaku sebagai pemimpin, bergaul   dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik     Inovatif dan kreatif serta   fleksibel     Pandangan   ke depan, perspektif   

M. Scarborough dan Thomas W. Zimmmerer (dalam Suryana, 2001:8-9) mengemukakan delapan karakteristik:

• Desire for responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. • Preference for moderate risk, yaitu lebih memilih resiko yang moderat, artinya ia selalu menghindari risiko yang rendah dan menghindari risiki yang tinggi • Confidence in their ability to success, yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil • Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera • High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik • Future orientation, yaitu berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan • Value of achievement over money, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah • Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah

Menurut Ahmad Sanusi ada beberapa kecenderungan profil pribadi pewirausaha dan kewirausahaan yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari, di antaranya:

• Tidak menyenagi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/tetap/sudah teratur/diatur dan jelas. Ia selalu bosan dengan kegiatan rutinitas sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah, ada tambahan, pengayaan, atau perbaikan mutu • Mulai suka memandang ke luar, berorientasi pada aspek-aspek yang lebih luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru • Makin berani, karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakarsa atas nama sendiri • Suka bermain-main dengan daya imajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain • Karena sendiri, maka ada keinginan berbeda atau maju, dan toleransi terhadap perbedaan dari pihak lain • Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan, serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. Prakarsa dianggap tidak final, bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahannya • Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar • Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas, dijinakan/dikombinasikan dengan mempelajari keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk, penetrasi/pengembangan pasar, organisasi dan komunikasi perusahaan, keuangan, dan lain-lain • Meskipun azasnya bekerja keras, cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima • Dengan risiko tersebut, dibuatkanlah tekad, komitmen , dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih • Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus menerus, maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi, karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba • Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik, bekerja lebih baik, untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda • Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. Akan tetapi, jika perlu, ia harus ada kesiapan untuk bersaing • Ujian, godaan, hambatan, dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuknmencari berbagai ihtiar • Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian. Ada instrospeksi dan kesediaan, serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik dan saran • Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasii dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sediri, dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas • Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya, integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri, selalu bersikap adil, fair, dan sangat menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh orang lain.

b. Nilai-nlai Hakiki Kewirausahaan

Terdapat beberapa nilai hakiki penting dari kewirausahaan, yaitu :

1. Percaya Diri 

Kepercayaan diri adalah sikap dan keyakinan seseorang dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Kepercayaan diri memiliki nilai keyakinan, optimisme individualitas dan ketidaktergantungan. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri cenderung memiliki keyakinan akan kemampuannya untuk mencapai keberhasilan (Zimmerer, 1996: 7).

Kepercayaan diri ini bersifat internal, dinamis dan banyak di tentukan oleh kemampuan untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Orang yang percaya diri memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sistematis, berencana, efektif dan efisien. Kepercayaan diri juga selalu ditunjukkan oleh ketenangan, ketekunan, kegairahan dan kemantapan dalam melakukan setiap pekerjaan. Kepercayaan diri juga berpengaruh pada gagasan, karsa, inisiatif, kreatifitas, ketekunan, semangat kerja keras dan kegairahan berkarya.

2. Berorientasi Pada Tugas Dan Hasil. 

Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik dan berinisiatif. Berinisiatif adalah keinginan untuk selalu mencari dan memulai sesuatu dengan tekad yang kuat.

3. Keberanian Mengambil Resiko. 

Kemauan dan kemampuan untuk mengambil resiko merupakan salah satu utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil resiko akan sukar memulai dalam memulai atau berinisiatif, menurut Angelita S. Bajaro, seorang wirausaha yang berani menanggung resiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik (Yuyun Wirasasmita, 1994: 2). Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan dari pada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai resiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, resiko yang terlalu rendah akan memperoleh sukses yang relatif rendah. Sebaliknya, resiko yang tinggi kemungkinan memperoleh kesuksesan yang tinggi, tetapi dengan kegagalan yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, ia akan lebih menyukai resiko yang seimbang (moderat). Wirausaha menghindari suatu resiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi resiko yang tinggi karena ingin berhasil.

Keuntungan yang besar akan menanggung resiko yang besar pula. Keberanian menanggung resiko bergantung pada :

1. Daya tarik setiap alternatif. 2. Siap mengalami kerugian. 3. Kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal.

Kemampuan untuk mengambil resiko :

1. Keyakinan diri. 2. Kesedian untuk menggunakan kemampuan. 3. Kemampuan untuk menilai resiko. 4. Kepemimpinan. Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia ingin selalu ingin tampil berbeda, menjadi yang pertama, dan lebih menonjol. Kepemimpinan kewirausahaan juga harus mampu berfikir divergen dan konvergen.  5. Berorientasi Ke Masa Depan Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan, selalu mencari peluang, tidak cepat puas dengan keberhasilan. 6. Keorisinilan : Kreativitas dan Inovasi.

Nilai inovatif kretaif dan fleksibilitas merupakan unsur-unsur keorisinilan seseorang. Wirausaha yang inovatif adalah orang yang kreatif dan yakin dengan adanya cara-cara baru yang lebih baik (Yuyun Wirasasmita 1994: 7), dengan ciri ciri :

1. Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara tersebut cukup baik. 2. Selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya. 3. Selalu ingin tampil beda atau memanfaatkan perbedaan.

c. Bepikir Kreatif Dalam Kewirasahaan

Fungsi otak manusia dibagi menjadi 2 bagian, yaitu otak sebelah kanan dan otak sebelah kiri. Menurut Zimmerer (1996) manusia menggunakan otak sebelah kanan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1. Selalu bertanya, “Apa ada cara yang lebih baik ?” 2. Selalu menantang kebiasaan, tradisi dan rutinitas. 3. Berefleksi atau merenungkan dan berfikir dalam. 4. Berani bermain mental, mencoba melihat masalah dari perspektif yang berbeda. 5. Menyadari kemungkinan banyak jawaban dari pada satu jawaban yang benar. 6. Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai jalan untuk mencapai kesuksesan. 7. Mengorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan inovatif. 8. Memiliki keteramplan “helikopter”, yaitu kemampuan untuk bangkit di atas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari persepektif yang lebih luas kemudian memfokuskannya pada kebutuhan untuk berubah.

Sedangkan otak sebelah kiri digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir. Ada tujuh langkah proses kreatif :

1. Persiapan 

Persiapan menyangkut kesiapan untuk berfikir kreatif, dilakukan dalam bentuk formal, pengalaman, magang dan pengalaman belajar lainnya. Zimmerer mengemukakan tujuh langkah untuk memperbaiki pikiran kita agar dapat berpikir kreatif yaitu :

1. Hindari sikap untuk tidak belajar. Dalam setiap situasi selalu ada peluang untuk dapat dipelajari. 2. Belajar banyak. Jangan hanya mempelajari keahlian yang kita miliki karena bidang lain tidak menutup kemungkinan untuk bisa dijadikan sebagai peluang inovasi. 3. Diskusikan ide-ide kita dengan orang lain. 4. Himpun artikel-artikel yang penting. 5. Temui profesional atau asosiasi dagang dan pelajari cara mereka memecahkan persoalan. 6. Gunakan waktu untuk belajar sesuatu dari orang lain. 7. Kembangkan keterampilan menyimak gagasan orang lain.

2. Penyelidikan

Dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman mendalam tentang masalah atau keputusan. Untuk menciptakan konsep dan ide-ide baru tentang suatu bidang, seseorang pertam-tama harus mempelajari masalah dan memahami komponen-komponen dasarnya.

3. Transformasi

Tahap tranformasi menyangkut persamaan dan perbedaan pandangan di antara informasi yang terkumpul. Transformasi adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang ada tentang infomasi yang terkumpul. Dalam tahap ini diperlukan dua tipe berpikir, yaitu berpikir konvergen dan divergen. Berpikir konvergen adalah kemampuan untuk melihat persamaan dan hubungan diantara beragam data dan kejadian. Sedangkan berpikir divergen adalah kemampuan melihat perbedaan antara data dan kejadian yang beraneka ragam.

4. Penetasan

Penetasan merupakan penyiapan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul. Pikiran bawah sadar memerlukan waktu untuk merefleksikan informasi.

5. Penerangan

Penerangan akan muncul pada tahap penetasan, yaitu ketika terdapat pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang. Pada tahap ini, semua tahap sebelumnya muncul secara bersama dan menghasilkan ide-ide kreatif serta inovatif.

6. Pengujian

Pengujian menyangkut validasi keakuratan manfaat ide-ide yang muncul yang dapat dilakukan pada masa ypercobaan, proses simulasi, tes pemasaran, pembangunan proyek percobaan, pembangunan prototipe dan aktifitas lain yang dirancang untuk membuktikan ide-ide baru yang akan diimplementasikan.

7. Implementasi

Implementasi adalah transformasi ide ke dalam praktik bisnis. Zimmerer mengemukakan beberapa kaidah atau kebiasaan kewirausahaan yaitu :

1. Create, innovate, and activate yaitu ciptakan, temukan dan aktifkan. Wirausaha selalu memimpikan ide-ide baru dan bertanya “apa mungkin” atau “mengapa tidak” dan menggunakan inovasinya dalam kegiatan praktis. 2. Always be on the look out for the new opportunities, yaitu selalu mencari peluang baru. Wirausaha harus selalu usaha mencari peluang atau menemukan cara baru untuk menciptakan peluang. 3. Keep it simple, yaitu berpikir sederhana. Wirausaha selalu mengharapkan umpan balik dengan mungkin dan berusaha dengan cara yang tidak rumit. 4. Try it, fix it, do it, yaitu selalu mencoba, memperbaiki dan melakukannya. Wirausaha berorientasi pada tindakan. Bila ada ide, wirausaha akan segera mengerjakannya. 5. Shoot for the top, yaitu selalu mengejar yang terbaik, terunggul, dan ingin cepat mencapai sasaran. Wirausaha tidak pernah segan, mereka selalu bermimpi besar. Meskipun tidak selalu benar, mimpi besar adalah sumber penting untuk inovasi dan visi. 6. Don’t be ashamed to start small, yaitu jangan malu untuk memulai dari hal-hal yang kecil. Banyak perusahaan besar yang berhasil karena dimulai dari usaha kecil. 7. Don’t fear failure : learn form it, yaitu jangan takut gagal, belajarlah dari kegagalan. Wirausaha harus tahu bahwa inovasi terbesar berasal dari kegagalan. 8. Never give up, yaitu tidak pernah menyerah atau berhenti karena wirausaha bukan orang yang mudah menyerah. 9. Go for it, yaitu berusaha untuk terus mengejar apa yang diinginkan. Orang yang pantang menyerah selalu mengejar apa yang belum dicapainya. 

E. Sikap Dan Kepribadian Wirausaha

Alex Inkeles dan David H.Smith (1974:19-24) adalah salah satu diantara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern.Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap, nilai, dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru, selalu membaca perubahan sosial, lebih realistis terhadap fakta dan pendapat, berorientasi pada masa kini daan masa yang akan datang bukan pada masa lalu, berencana, percaya diri, memiliki aspirasi, berpendidikan dan mempunyai keahlian, respek, hati-hati, dan memahami produksi.

          Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Gunar Myrdal,yaitu:

1.    Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi 2.    Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional 3.    Selalu berencana dalam segala kegiatan 4.    Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang 5.    Sadar dan menghormati orang lain (Siagian,1972)

Menurut Harsojo (1978:5),modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan[7]:

1.    Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan 2.    Meyakini kemampuan sendiri 3.    Berorientasi pada masa kini dan masa depan 4.    Meyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi 5.    Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis

           Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang, tantangan dan perubahan sosial, misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Dalam konteks ini,juga dijumpai perpaduan yang nyata  antara kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani, karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.

         Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikianrupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah,dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo,1982:1). Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi yaitu menemukan pasar-pasar baru, pengenalan barang-barang baru,  metode produksi baru,  sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru,  serta organisasi industri baru. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru.

        Dalam perusahaan, wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. Menurut Dusselman (1989:16),seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut:

1.   Inovasi, yaitu usaha untuk menciptakan, menemukan dan menerima ide-ide baru

2. Keberanian untuk menghadapi risiko, yaitu usaha untuk menimbang dan menerima risiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian

3. Kemampuan manajerial, yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, meliputi:

a)    Usaha perencanaan b)   Usaha untuk mengkoordinir c)    Usaha untuk menjaga kelancaran usaha d)   Usaha untuk mengawasi dan mengevaluasi usaha

4.    Kepemimpinan, yaitu usaha memotivasi,melaksanakan,dan mengarahkan tujuan usaha.            

Menurut Kathlen L. Hawkins dan Peter A. Turla(1986) pola tingkah laku kewirausahaan akan terggambar dalam : 

1. kepribadian, kemampuan hubungan, kemampuan pemasaran, keahlian mengatur dan sikap terhadap uang. Kepribadian wirausaha tercermin dalam kretivitas, disiplin, kepercayaan diri, keberanian menghadapi risiko, dan dorongan dari kemauan diri yang kuat. 2. Hubungan,dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar personal,kepemimpinan dan manajemen 3. Pemasaran, meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga, periklanan dan promosi

4. Keahlian dalam mengatur, diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan, perencanaan, dan penjadwalan, serta pengaturan pribadi

5. Keuanagan, indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatuer uang

Menurut david McClelland ( 1961: 205 ) mengemukakan enam ciri prilak kewirausahaan, yaitu :

1. Keterampilan mengambil keputusan dan mengambil resiko yang moderat , dan bukan atas dasar kebetulan belaka 2. Energik, khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif  3. Tanggung jawab individual 4. Mengetahui hasil- hasil dai berbagai keptsan yang diambilnya, dengan tolak ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan 5. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan dimasa datang 6. Memiliki kemampuan berorganisasi, meliputi kemampuan, kepemimpinan dan manajerial

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. Menurut Sujuti Jahja (1977),faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan,kemampuan,dan kelemahan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perilaku adalah kesempatan atau peluang.

F. Motif berprestasi kewirausahaan

     Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu,yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana,1980:55). Factor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.

            Teori Maslow kemudian oleh Clayton Alderfer dikelompokkan menjadi tiga kelompok,yang dikenal dengan  teori existence,relatedness,and growth (ERG).

Pertama, kebutuhan akan eksistensi (existence) yaitu menyangkut keperluan material yang harus ada (termasuk  physiological need and security need dari Maslow).

Kedua, ketergantungan (relatedness), yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hubungan interpersonal (termasuk social and esteem need dari Maslow)

Ketiga, kebutuhan perkembangan (growth), yaitu kebutuhan intrinsik untuk perkembangan personal (termasuk self-actualization and esteem need dari Maslow).

Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. 

Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.   Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada            dirinya. 2.    Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. 3.    Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. 4.    Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan      kegagalan. 5.  menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty)

Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow), yaitu hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan,dan menguasai orang lain. Ciri umumnya adalah senang bersaing, berorientasi pada status, dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain.

Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff), yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan,bekerja sama daripada persaingan,dan saling pengertian. Menurut Stephen P.Robbins (1993:214),kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini.

. Victor Vroom (1964) mempunyai sebuah teori yang disebut teori harapan. Ia mengemukakan bahwa kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah bergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang. Menurutnya ada tiga variabel yang saling berhubungan yaitu :

1. Attractiveness, yaitu merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan. 2. Performance-reward linkage, yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan kinerja. 3. Effort performance linkage, yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan.

Menurut Nasution (1982:26), Louis Allen (1986:70),ada tiga fungsi motif, yaitu :

1.    Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energy 2.    Menentukan arah perbuatan ke tujuan tertentu 3. Menyeleksi perbuatan,yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu

Dalam “Entrepreneur’s Handbook”,yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8),dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha,yakni:

1.    Alasan keuangan. 2.    Alasan sosial. 3.    Alasan pelayanan. 4.    Alasan pemenuhan diri

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

1.   Kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. 2. Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin  ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. 3.  Objek studi kewirausahaan adalah  nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. 4.  Hakikat kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat dalam menghadapi tantangan hidup. 5.  Sikap dan kepribadian kewirausahaan adalah suatu sikap/ watak yang memiliki ciri-ciri percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, kepemimpinan, keorisinilan dan berorientasi kemasa depan. 6.   Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Selain itu keberhasilan berwirausaha sangat bergantung pada beberapa faktor, yaitu kemauan, kemampuan, peluang dan kesempatan.

Posting Komentar untuk "MAKALAH KEWIRAUSAHAAN “KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN”"